Penjaja Kerak Telor

Dalam perjalanan pulang sore ke rumah….keluar dari pintu tol PRJ sepanjang jalur lambat berderetlah penjaja kerak telor yang menandakan bahwa saat ini di Jakarta ada perhelatan akbar setahun sekali yaitu Jakarta Fair di Kemayoran. Dengan pikulan dan penerangan dari lampu minyaknya yang berkelap kelip diterpa angin dan kadang diterjang hujan gerimis maupun agak deras mereka dengan sabar menunggu rejeki dari pengendara mobil untuk berhenti sejenak memesan atau makan langsung penganan khas Betawi tersebut yang termasuk penganan langka.

Mereka begitu sabar dalam menunggu termasuk tungkunya yang tetap menyala.

Setiap tahun kami selalu menyempatkan perut untuk menikmati makanan tersebut.

Sebelum krisis saya menikmati dengan harga 3 ribu per buah perlahan menanjak dan hari ini sudah 12 ribu rupiah ( 4 kali lipat ) , cukup siknifikan dengan harga dollar pada saat ini. Bila dibandingkang dengan pendapat kami sebagai dosen yang mungkin ada kenaikan antara 10 hingga 15% saja ( dalam 12 tahun ), harga tersebut termasuk luar biasa tingginya.

Tapi apakah mereka makmur….?
Read More…..

Bitterness of life, is like a handful of salt, no more and no less

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.
Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air.
Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.

“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.
Read More…..

I’m an ACTOR, Not Reactor

Dua orang ibu memasuki toko pakaian & membeli baju seragam anaknya.
Ternyata pemilik tokonya lagi bad mood sehingga tidak melayani dengan baik, malah terkesan buruk, tidak sopan dengan muka cemberut.
Ibu pertama jelas jengkel menerima layanan yg buruk seperti itu.
Yg mengherankan, ibu kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjualnya.
Ibu pertama bertanya, “Mengapa Ibu bersikap demikian sopan pada penjual menyebalkan itu?”
Read More…..

Story Of a Cup

Sepasang kakek dan nenek sedang berada di toko souvenir untuk mencari hadiah bagi ulang tahun cucunya yang tercinta. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang sangat cantik. ” Lihat cangkir itu”, kata si nenek pada suaminya. “Kau benar, ini adalah cangkir tercantik yang pernah aku lihat!”, ujar si kakek. Mereka kemudian menjulurkan tangan untuk mengambil cangkir tersebut. Tepat saat tangan mereka menyentuhnya si cangkir tiba-tiba berbicara :

” Terima kasih atas perhatiannya. Perlu kalian ketahui, aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi orang, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari, ada seorang perajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda yang berputar.”
Read More…..

5 Facts about Success

1. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN USIA ANDA !
2. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN SUKU, AGAMA,BANGSA, WARNA KULIT DAN KETURUNAN.
3. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN (CACAT) FISIK.
4. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN.
5. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN LATAR BELAKANG KELUARGA.

Read More…..

Human Mirror

Dahulu di sebuah desa kecil jauh, ada tempat yang dikenal sebagai rumah 1000 kaca. Anjing kecil yang bahagia mengetahui tempat ini dan memutuskan untuk mengunjungi. Ketika ia tiba, ia melompat gembira menaiki tangga ke pintu rumah. Ia melihat melalui pintu sambil telinganya mengangkat tinggi dan ekornya bergoyang-goyang.

Sangat mengejutkan, ia melihat ada 1000 anjing kecil lain sedang mengibaskan ekor sepertinya. Ia pun tersenyum dengan hebat, dan ajaibnya yang dilihatnya justru ada 1000 anjing yang tersenyum hangat dan ramah seperti dirinya. Saat ia meninggalkan gedung itu, ia berpikir, “Ini adalah tempat yang indah, aku akan kembali dan sering mengunjunginya.”
Read More…..

Cookie Thieves

Suatu malam, seorang wanita sedang menunggu di bandara. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di sebuah gerai toko di bandara, lalu menemukan tempat duduk.

Sambil duduk, wanita tersebut memakan kue sambil membaca buku yang baru dibelinya.

Dalam keasyikannya, ia melihat lelaki di sebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua kue yang berada diantara mereka berdua.

Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.

Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si “Pencuri Kue” yang pemberani itu menghabiskan persediaannya.

Ia makin kesal sementara menit2 berlalu. Wanita itupun sempat berpikir: (“Kalau aku bukan orang baik, tentu sudah kutonjok dia !”).
Read More…..

Small Lines With Big Meanings

Take a 10 – 30 minutes walk everyday and while you walk, smile.
Sit in silence for at least 10 minutes each day. When you wake up in the morning, complete the following statement “My Purpose is to ….. today”. Live with the 3 E’s… Energy, Enthusiasm, Empathy, and the 3 F’s… Faith, Family, Friends. Spend more time with people over the age of 70 and under
Read More…..

Little Cookies Seller

Seorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju restoran jalanan dan iapun menyantap makanan yang telah dipesan.

Saat pemuda itu makan datanglah seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada pemuda tersebut, “Pak mau beli kue, Pak?” Dengan ramah pemuda yang sedang makan menjawab “Tidak, saya sedang makan”.

Anak kecil tersebut tidaklah berputus asa dengan tawaran pertama. Ia tawarkan lagi kue setelah pemuda itu selesai makan, pemuda tersebut menjawab “Tidak dek saya sudah kenyang”.

Setelah pemuda itu membayar ke kasir dan beranjak pergi dari warung kaki lima, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan usahanya yang sudah hampir seharian menjajakan kue buatan bunda.

Mungkin anak kecil ini berpikir “Saya coba lagi tawarkan kue ini kepada bapak itu, siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh buat orang dirumah”.
Read More…..

Story of Andy

Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur, Filipina, yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah yang berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.

Setiap kali berhasil menyebrangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja di tepi jalan itu hanya untuk menyapa Tuhan, sahabatnya.

Tindakannya ini diamati oleh seorang Pastor yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.

“Bagaimana kabarmu, Andy? Apakah kamu akan ke Sekolah?”

“Ya, Bapa !” balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pastor tersebut.

Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut, “Jangan menyebrang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah, kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat.”
Read More…..